• IUCN IdSSG Berkolaborasi dengan Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Gelar Konferensi Perkuat Konservasi Spesies Indonesia
    09-Sep-2026 04:28

    Indonesia Species Specialist Group (IdSSG) menggandeng Universitas Pakuan dan Belantara Foundation menyelenggarakan Konferensi dan Pertemuan Anggota IUCN IdSSG 2026. Alhasil, gelaran bertema “Conservation Connections: Assess, Plan, Act, Network & Communicate” tersebut berlangsung sukses pada 20–22 Agustus 2026 di Universitas Pakuan, Bogor.

    Kegiatan bernilai strategis ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Pasalnya, jajaran direktur dari Kemenhut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut hadir memberikan sambutan resmi.

    memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

    Panitia menggelar sederet agenda intensif sepanjang acara, mulai dari panel diskusi keynote speakers, seminar tematik, presentasi poster, rapat anggota, hingga Conservation Café.

    Mengingat, sesi diskusi kelompok terfokus tersebut dirancang khusus untuk membedah berbagai isu terkini seputar konservasi biodiversitas di Tanah Air.

    “IdSSG hadir sebagai wadah mempertemukan para ahli, peneliti, dan praktisi demi mendorong kolaborasi erat merespons tantangan konservasi,” papar Co-Chair IUCN IdSSG, Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, M.Si.

    Co-Chair IUCN IdSSG lainnya, Sunarto, Ph.D., menegaskan bahwa kekuatan utama IdSSG terletak pada keberagaman keahlian anggotanya untuk menghasilkan riset berkualitas. Oleh karena itu, kemampuan menerjemahkan data ilmiah menjadi aksi nyata di lapangan dan menjadi fokus utama yang terus didorong oleh organisasi.

    “Kekuatan konservasi ditentukan dari seberapa kuat pengetahuan dihubungkan dan diterjemahkan menjadi tindakan bersama,” pungkas Sunarto.

    Dukungan Pemerintah dan Komitmen Keberlanjutan

    Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kemenhut, Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya pembentukan kebijakan berbasis data ilmiah.

    Hal ini terjadi karena penguatan jejaring lintas taksa sangat penting untuk menjawab tantangan pemeliharaan ekosistem yang makin kompleks.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLH/BPLH RI, Ir. Inge Retnowati, M.E., mendorong agar forum ini menghasilkan rekomendasi konkret. Dampaknya, integrasi antara data riset dan kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih efektif, terpadu, serta berkelanjutan.

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, serta Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., turut mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen akademisi dan masyarakat. Penguatan kapasitas lokal terbukti menjadi kunci utama agar masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat perlindungan ekosistem secara langsung.

    Sinergi antara akademisi, LSM, dan pemerintah ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kelestarian spesies langka Indonesia. Seluruh anggota IdSSG siap melanjutkan langkah nyata demi menjaga keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang.