• Foto Oleh Belantara Foundation
    Belantara Foundation Ajak Pelajar dan Mahasiswa Jepang Kenali Biodiversitas di Kebun Raya Bogor Sambut HKAN 2026
    01-Aug-2026 04:19

    Belantara Foundation bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor menggelar kegiatan Belantara Biodiversity Class (BBC) sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan yang berlangsung di Kebun Raya Bogor, Sabtu (1/8/2026), diikuti 25 pelajar dan mahasiswa dari Jepang.

    Peserta berasal dari University of Tsukuba Senior High School at Sakado (UTSS), Ehime University Senior High School, dan University of Tsukuba. Mereka mengikuti pembelajaran lapangan melalui kegiatan identifikasi flora dan fauna di kawasan perkotaan sebagai bagian dari pendidikan konservasi berbasis pengalaman langsung.

    Pelaksanaan BBC menjadi bentuk dukungan Belantara Foundation bersama para mitra dalam menyemarakkan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati setiap 10 Agustus. Mengusung tema "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia", peringatan HKAN tahun ini menegaskan bahwa pelestarian alam dan biodiversitas merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat, terutama generasi muda.

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan Kebun Raya Bogor memiliki peran strategis sebagai pusat konservasi tumbuhan sekaligus ruang terbuka hijau terbesar di Kota Bogor yang memberikan manfaat ekologis, ilmiah, edukatif, dan sosial.

    "Keberadaan ruang terbuka hijau seperti Kebun Raya Bogor berkontribusi menjaga kualitas udara, mengatur iklim mikro, menjadi habitat berbagai flora dan fauna, serta menyediakan laboratorium alam bagi pelajar, khususnya di bidang biologi," ujar Dolly.

    Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam karena peserta tidak hanya mengenal kekayaan biodiversitas Indonesia, tetapi juga memahami pentingnya pendataan satwa dan tumbuhan sebagai dasar penyusunan strategi konservasi.

    "Konservasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Konservasi hanya akan berhasil apabila dibangun melalui kemitraan yang kuat, saling percaya, dan berbagi pengetahuan," tegasnya.

    Dolly juga mengingatkan bahwa satwa liar memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Burung berperan dalam penyebaran biji, kupu-kupu menjadi agen penyerbuk alami, sedangkan reptil dan amfibi membantu mengendalikan hama. Ketiga kelompok satwa tersebut juga menjadi indikator kualitas lingkungan.

    Namun demikian, biodiversitas saat ini menghadapi berbagai ancaman seperti hilangnya habitat, perburuan dan perdagangan ilegal satwa, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, serta kerusakan ekosistem akibat pembangunan yang tidak berkelanjutan.

    Dalam penutupan sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Indonesia dan Jepang, Dolly mengajak seluruh peserta menjadi Global Biodiversity Ambassadors atau Duta Global Keanekaragaman Hayati yang mampu menyebarluaskan pentingnya menjaga biodiversitas kepada masyarakat dunia.

    Belajar Langsung Mengidentifikasi Flora dan Fauna

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai biodiversitas Kebun Raya Bogor. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk melakukan observasi lapangan pada empat jalur pengamatan sepanjang sekitar satu kilometer.

    Selama kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 09.30 WIB tersebut, peserta dibekali binokular, leaflet identifikasi flora-fauna, serta buku catatan untuk mendokumentasikan hasil pengamatan.

    Para peserta didampingi fasilitator dari Belantara Foundation, dosen dan mahasiswa Universitas Pakuan dari berbagai program studi, di antaranya Biologi, Pendidikan Biologi, Manajemen Lingkungan, Pendidikan IPA, Pendidikan Dasar, Manajemen Pendidikan, serta tim Kebun Raya Bogor.

    Mahasiswa dan dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Pakuan turut berperan sebagai penerjemah selama kegiatan berlangsung.

    Setelah observasi selesai, seluruh peserta mempresentasikan hasil temuan mereka dalam sesi diskusi, kemudian mengikuti post-test guna mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    Perkuat Kolaborasi Indonesia-Jepang

    Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga karena mampu menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik langsung di lapangan.

    Ia berharap kerja sama pendidikan konservasi biodiversitas antara Indonesia dan Jepang terus berkembang sehingga dapat mempererat hubungan kedua negara dalam bidang Pendidikan lingkungan.

    Perwakilan peserta dari University of Tsukuba Senior High School at Sakado, Kobayashi Mia, mengaku semakin memahami bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

    Sementara itu, peserta dari Ehime University Senior High School, Yoshinaga Uta, mengungkapkan kekagumannya terhadap keragaman tumbuhan dan satwa liar di Kebun Raya Bogor. Menurutnya, pengalaman tersebut mempertegas bahwa konservasi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk generasi muda.

    Hal senada disampaikan mahasiswa University of Tsukuba, Kobori Hayato, yang menilai pendataan biodiversitas merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mendukung upaya konservasi.

    Kebun Raya Bogor Jadi Laboratorium Alam

    Supervisor Pengembangan Konservasi Kebun Raya Bogor, Saniyatun Mar'atus Solihah, mengatakan Kebun Raya Bogor memiliki fungsi lebih dari sekadar destinasi ekowisata. Kawasan ini merupakan laboratorium alam yang mendukung konservasi, penelitian, pendidikan, dan jasa lingkungan.

    Ia menjelaskan, Kebun Raya Bogor memiliki hampir 12.000 spesimen tumbuhan hidup yang tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga habitat berbagai satwa liar.

    "Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenali biodiversitas secara langsung. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian dan komitmen terhadap pelestarian biodiversitas di tingkat global," ujarnya.

    Melalui Belantara Biodiversity Class, Belantara Foundation bersama Universitas Pakuan dan Kebun Raya Bogor berharap lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati serta mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global.