-
BLS Eps.14 Hadirkan Pakar International, Belantara Foundation dan Universitas Pakuan Soroti Masa Depan Mangrove dan Karbon Biru23-Nov-2025 04:12BOGOR – Belantara Foundation bersama Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana dan Prodi Biologi FMIPA Universitas Pakuan sukses menyelenggarakan Belantara Learning Series Episode 14 (BLS Eps.14), sebuah seminar/webinar internasional bertema “Mangrove Ecosystems and the Future of Blue Carbon”. Kegiatan yang digelar secara hibrid ini berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan serta melalui aplikasi Zoom. (20/11/2025).
Sebanyak 908 peserta berpartisipasi aktif, terdiri atas 527 peserta daring dan 381 peserta luring. Meski sebagian besar peserta daring berasal dari Indonesia, seminar ini juga menarik perhatian komunitas internasional, dengan kehadiran peserta dari Pakistan, India, Bangladesh, Thailand, hingga Timor Leste.
Kolaborasi Enam Universitas
Peserta luring berasal dari enam universitas yang menggelar kegiatan “Nonton dan Belajar Bareng” BLS Eps.14, yakni Universitas Pakuan, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Nusa Bangsa. Kehadiran berbagai perguruan tinggi ini memperkuat semangat kolaborasi akademik dalam isu konservasi mangrove.
Pemerintah Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum Pengelolaan Mangrove
Dalam keynote speech mewakili Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Ibu Puji Iswari, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove menjadi tonggak penting bagi kepastian hukum dan tata kelola mangrove di Indonesia.
“Implementasinya membutuhkan langkah konkret, kolaborasi, dan inovasi dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa PP 27/2025 dan 13 regulasi turunannya diharapkan mampu memperbaiki kualitas ekosistem mangrove serta menjadi warisan lingkungan yang berharga bagi generasi mendatang.
Belantara Foundation: Mangrove, Penyangga Kehidupan dan Masa Depan Iklim
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, dalam keynote speech-nya menyoroti nilai strategis ekosistem mangrove bagi keanekaragaman hayati, stabilitas pesisir, hingga ketahanan pangan masyarakat pesisir. Ia menegaskan bahwa mangrove merupakan ekosistem karbon biru yang sangat efisien dalam menyerap dan menyimpan karbon.
“Ketika mangrove rusak atau terdegradasi, karbon dalam jumlah besar akan dilepaskan kembali ke atmosfer,” ujarnya. “Dengan berinvestasi dalam konservasi dan memberdayakan masyarakat, Indonesia dapat memimpin dunia dalam solusi berbasis alam untuk masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.”
BRIN: Pengelolaan Berbasis Sains dan Partisipasi Publik
Peneliti Ahli Utama BRIN, Dr. Virni Budi Arifanti, menekankan pentingnya pengelolaan mangrove yang berbasis bukti ilmiah dan melibatkan masyarakat lokal. “Jasa lingkungan, sosial, dan ekonomi dari ekosistem mangrove merupakan aset yang harus dijaga keberlanjutannya,” tegasnya.
Universitas Pakuan: Akademisi sebagai Katalisator
Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, Asean Eng., dalam sambutannya menegaskan peran akademisi sebagai katalisator dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Menurutnya, integrasi sains, masyarakat, dan kebijakan merupakan kunci pengelolaan berkelanjutan.
Perspektif Internasional: Asia Pusat Keanekaragaman Mangrove Dunia
Dari perspektif global, Regional Coordinator Coastal and Marine Asia IUCN Secretariat, Maeve Nightingale, M.Sc., menyampaikan bahwa Asia menyimpan lebih dari 40% hutan mangrove dunia. Indonesia bahkan memiliki hampir seperempat dari total mangrove global, menjadikannya negara kunci dalam konservasi ekosistem ini.
Kolaborasi Para Pakar Dunia
Sejumlah pakar internasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya:
- Prof. M. Monirul H. Khan, Ph.D. – Jahangirnagar University,
Bangladesh
- Prof. Dr. Irfan Aziz – University of Karachi, Pakistan
- Kanchan Pawar, IFS. – Mangroves Division South Konkan, Maharashtra,
India
Diskusi panel dipandu oleh Prof. Dr. Sata Yoshida Srie Rahayu dari Prodi Biologi FMIPA Universitas Pakuan.
Harapan untuk Masa Depan
Sebagai tuan rumah, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap seminar internasional ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inovasi untuk memperkuat upaya perlindungan mangrove. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia,” tutupnya.
- Prof. M. Monirul H. Khan, Ph.D. – Jahangirnagar University,
Bangladesh

