• Aksi Nyata Selamatkan Bumi, Belantara Foundation dan Mitra Jepang Tanam Pohon Langka di Riau
    25-May-2025 01:36

    RIAU — Di tengah meningkatnya ancaman degradasi lahan dan perubahan iklim global, Belantara Foundation bersama mitra sektor swasta dari Jepang menegaskan komitmennya terhadap penyelamatan lingkungan lewat aksi nyata: penanaman bibit pohon langka di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Riau. (17/6/2025).

    Aksi tanam pohon simbolis ini merupakan bagian dari peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, yang mengusung tema “Pulihkan Lahan, Buka Peluang.” Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama multipihak antara Belantara Foundation, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, dan Kelompok Tani Hutan setempat.

    Jenis bibit yang ditanam bukan sembarangan—melainkan spesies langka yang terancam punah: ramin (Gonystylus bancanus) dan gaharu (Aquilaria malaccensis). Kedua jenis ini memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi simbol dari urgensi pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

    “Restorasi ekosistem adalah isu global yang krusial. Dunia menargetkan pemulihan 1,5 miliar hektar lahan terdegradasi pada 2030,” ujar Dr. Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

    Lebih lanjut, Dolly menjelaskan bahwa program “Forest Restoration Project: SDGs Together!” bukan hanya bertujuan memulihkan fungsi hutan, tetapi juga mengembalikan ekosistem penyangga kehidupan seperti pengatur tata air, iklim mikro, hingga habitat satwa liar. Program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

    Dalam konteks global, aksi ini mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 (produksi dan konsumsi berkelanjutan), SDGs 13 (aksi terhadap perubahan iklim), SDGs 15 (perlindungan ekosistem daratan), serta SDGs 17 (kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan).

    Salah satu mitra utama dari Jepang, Tan Ui Sian, Representative Director APP Japan Ltd., menegaskan komitmennya:

    “Kami akan lebih aktif mengajak multi-stakeholders di Jepang untuk mendukung program ini. Kerja sama dengan KPHP Minas Tahura telah memasuki tahap kelima dan terus berkembang. Kami ingin perluas kolaborasi ini ke tingkat internasional.”

    Sementara itu, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga Tahura SSH, kawasan konservasi seluas lebih dari 6.000 hektar yang kini terancam oleh deforestasi akibat aktivitas ilegal.

    “Kami tak bisa bekerja sendiri. Restorasi kawasan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Program Forest Restoration Project: SDGs Together adalah bukti konkret bahwa sinergi multipihak dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan lingkungan,” ujarnya.

    Berdasarkan laporan Global Land Outlook edisi kedua oleh UNCCD tahun 2022, sebanyak 40% daratan dunia telah mengalami degradasi. Setiap menit, lahan seluas empat lapangan sepak bola hilang. Ini menjadi alarm keras bahwa degradasi lahan bukan hanya masalah lokal, tetapi ancaman global terhadap ketahanan pangan, air, dan iklim.

    Dengan semangat no one left behind, aksi kolaboratif seperti yang dilakukan Belantara Foundation dan mitra Jepang menjadi bukti bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan peran serta semua pihak dari lokal hingga global. 

    Sumber: https://www.mediaindonesiasatu.com/aksi-nyata-selamatkan-bumi-belantara-foundation-dan-mitra-jepang-tanam-pohon-langka-di-riau