• Belantara Foundation Ajak Mitra Swasta Jepang Tanam Pohon di Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau
    22-Jun-2025 10:13

    Trubus.id – Menurut Global Land Outlook edisi ke-2 dari United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD) tahun 2022, penggurunan, degradasi lahan, dan kekeringan merupakan tantangan lingkungan paling mendesak saat ini. Setiap menit, dunia kehilangan lahan seluas empat lapangan sepak bola akibat degradasi. Bahkan, 40% wilayah daratan global telah dikategorikan terdegradasi, mengancam ketahanan pangan, air, dan iklim.

    Menanggapi hal tersebut, Belantara Foundation menginisiasi penanaman pohon secara simbolis bersama mitra swasta asal Jepang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Riau, pada Selasa, 17 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan mitra Tahura. Jenis pohon yang ditanam meliputi ramin (Gonystylus bancanus) dan gaharu (Aquilaria malaccensis)—dua spesies langka yang perlu dilestarikan. Aksi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi multipihak dalam upaya restorasi hutan yang terdegradasi.

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa restorasi ekosistem merupakan isu global penting. PBB bahkan telah mencanangkan UN Decade on Ecosystem Restoration (2021–2030) untuk mendorong pemulihan ekosistem secara masif. Dunia menargetkan pemulihan 1,5 miliar hektare lahan terdegradasi hingga 2030 sebagai langkah strategis menghadapi perubahan iklim, menjaga suplai air, ketahanan pangan, serta keanekaragaman hayati.

    Dengan tema “Pulihkan Lahan, Buka Peluang”, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 2025 menjadi momen penting untuk mengajak masyarakat global lebih peduli dan aktif melestarikan lingkungan. Selain itu, sektor swasta juga diharapkan ambil bagian dalam upaya pemulihan lahan.

    Penanaman simbolis ini bertujuan memperluas keterlibatan sektor swasta dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), melestarikan spesies pohon lokal, serta mengurangi dampak perubahan iklim.

    Lebih lanjut, Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan mengatakan, program “Forest Restoration Project: SDGs Together!” diharapkan dapat memulihkan fungsi ekologis hutan, termasuk tata air dan iklim mikro. Program ini juga bertujuan mengurangi risiko kerusakan lingkungan seperti erosi, longsor, pencemaran air, kebakaran lahan, dan penurunan muka air tanah. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, program ini juga mendorong kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

    “Sesuai semangat no one left behind dari SDGs, kami menggunakan pendekatan kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui kemitraan dengan sektor swasta Jepang untuk mendukung restorasi hutan di Pulau Sumatera, khususnya Riau,” tegas Dolly yang juga anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

    Representative Director APP Japan Ltd., Tan Ui Sian, menyampaikan bahwa pihaknya akan lebih aktif mengajak multi-stakeholders di Jepang mendukung program ini. Fokus utama saat ini adalah mendukung SDGs ke-12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan), ke-13 (aksi terhadap perubahan iklim), ke-15 (perlindungan ekosistem), dan ke-17 (kemitraan global).

    “Kerja sama dengan KPHP Minas Tahura telah memasuki tahap kelima dan memberikan nilai tambah besar dalam mengembangkan program yang inklusif. Ke depan, kami berharap bisa melibatkan lebih banyak pihak dari berbagai negara,” ujar Tan.

    Sementara itu, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa Tahura SSH adalah kawasan konservasi seluas lebih dari 6.000 hektare yang ditetapkan sejak 1999. Namun, sebagian besar wilayahnya telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat perambahan dan pembalakan liar.

    “Kami terus berupaya memulihkan fungsi kawasan melalui program perlindungan dan restorasi hutan. Tapi ini bukan pekerjaan satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi semua pihak. Misalnya, sejak 2022 kami bersama Belantara Foundation dan mitra Jepang telah menjalankan program Forest Restoration Project: SDGs Together untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan kontribusi terhadap target pengurangan emisi karbon Indonesia di Riau,” pungkasnya.

    Sumber: https://trubus.id/belantara-foundation-ajak-mitra-swasta-jepang-tanam-pohon-di-tahura-sultan-syarif-hasyim-riau/