• Diet Plastik, dari Milenilal dan Gen-Z untuk Masa Depan
    02-Nov-2020 16:07

    Ditilik dari sejarah motivasi pembuatnya, plastik memiliki kisah yang menarik. Sebelum abad ke-19, salah satu barang kebutuhan sehari-hari manusia terbuat dari gading gajah, misalnya bola billiard. Tentunya, kondisi tersebut tidak ideal bagi populasi gajah serta manusia. Banyak pembantaian terhadap populasi gajah di masa itu dan juga manusia memiliki keterbatasan manusia untuk memproduksi barang kebutuhan karena sumber daya yang amat terbatas. Terinspirasi dari keterbatasan bahan baku pembuatan bola billiard di zaman itu, pada tahun 1869 John Wesley Hyatt berhasil menemukan bahan baku penggati gading yaitu polimer sintesis, yang ia patenkan sembilan tahun kemudian. Dari penemuannya tersebut, John Hyatt mendapatkan hadiah sebesar USD $10 ribu.

    Tentunya penemuan plastik tersebut merupakan penemuan yang sangat solutif bagi kelangsungan hidup manusia, bahkan hingga saat ini. Namun, ternyata plastik menjadi masalah untuk banyak generasi setelahnya. Ketergantungan plastik dalam berbagai industri menjadi masalah dalam gaya hidup konsumtif manusia masa kini. Walaupun tidak dapat dipungkiri juga plastik sangat membantu manusia.

    Manusia kini terlalu mudah untuk menggunakan plastik sekali pakai yang tidak diimbangi dengan penanggulangan plastik yang bijaksana. Plastik belanjaan sekali pakai di supermarket maupun retail adalah salah satunya. Gaya hidup saat ini tidak mengharuskan individu untuk membawa wadah belanjaan sendiri saat berbelanja, kemudahan memperoleh plastik yang disediakan produsen maupun retail saat berbelanja membuat pola konsumsi plastik yang bukan hanya besar namun juga tidak bertanggung jawab.

    Saat ini plastik telah menjadi permasalahan polusi yang besar baik di daratan maupun di lautan. Banyak sekali ditemukan fakta tewasnya hewan-hewan laut yang disebabkan oleh plastik sekali pakai. Tentunya, hal ini tidak bisa kita biarkan begitu saja. Harapan kedepannya adalah bagaimana kita dapat bertanggung jawab dengan pemakaian plastik.

    Salah satu kunci perubahan pemanfaatan plastik yang berkelanjutan adalah para milenial dan Gen-Z. Generasi milenial dan Z kini muali mengubah gaya hidup konsumtif yang boros plastik untuk saat ini dan juga masa depan. Warisan nenek moyang pendahulu kita yang tidak bijak dalam memanfaatkan plastik dapat kita ubah saat ini. Dimulai dari hal-hal kecil yang nantinya akan menjadi suatu kebiasaan yaitu membawa tas belanjaan tidak sekali pakai, membawa botol minum yang dapat diisi ulang kembali, membawa sedotan stainless steel sendiri dan kebiasaan-kebiasaan kecil lainnya untuk sebisa mungkin menghindari penggunaan plastik sekali pakai.

    Kini pertanyaannya, #KawanBelantara apakah kamu sudah mengubah gaya hidupmu dengan diet plastik?