• Laporan Progres - Senepis
    24-Aug-2019 11:30

    Membangun kolaborasi para pihak melalui upaya Restorasi, Perlindungan Ekosistem dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat guna tercapainya penyelamatan dan pemanfaatan berkelanjutan di Lanskap Senepis

    Sampai dengan bulan Maret 2019, pada kegiatan restorasi total bibit yang telah ditanam berupa 32.500 bibit dengan total luas 40,28 Ha di area terdegradasi Kelurahan Batu Teritip dan Basilam Baru dengan 2 (dua) jenis tanaman mangrove yaitu Bakau angkak (Rhizophora mucronata/Belukap) dan Api - Api (Avicennia alba). Sedangkan untuk total bibit yang telah disiapkan di kelurahan Basilam Baru sebesar 30.000 bibit mangrove dengan luas area berpotensi untuk dilakukan penanaman seluas ±332 ha dan 20.000 bibit di Kelurahan Batu Teritip dengan luas area berpotensi untuk dilakukan penanaman seluas ± 700 ha .  

    Kami juga memfasilitasi masyarakat Kelurahan Bangsal Aceh dalam pelaksanaan penanaman tanaman paludikultur yang berfungsi sebagai penghijauan terhadap wilayah Kelurahan  Bangsal Aceh dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pada akhir tahun 2018 telah dilakukan penanaman tanaman paludikultur sebanyak 7000 batang dengan jenis tanaman pohon mahoni, gaharu, nangka, sirsak, ketapang kencana dan juga cempedak di sepanjang jalan RT 05-06 dengan luasan 4 km dan juga di lahan milik masyarakat seluas 2 Ha. Hasil dari monitoring yang kami lakukan di bulan Maret 2019, kondisi tanaman masih dalam keadaan baik namun ada beberapa tanaman yang mengalami pertumbuhan sedikit lebih lambat, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti lahan yang tergenang air dan banyaknya gulma pengganggu tanaman tumbuh di sekitar tanaman hutan yang ditanam.


    Pembangunan 2 (dua) unit sekat kanal di kelurahan Bangsal aceh juga telah kami lakukan. Pembangunan sekat kanal ini difungsikan untuk pembasahan area gambut serta menampung persediaan air saat musim kemarau di area rawan terbakar. Pada tanggal 19 – 22 Maret 2019, kami melakukan kunjungan ke lokasi program dalam rangka memantau dan meninjau pembangunan fisik sekat kanal yang telah dilaksanakan di kelurahan Bangsal Aceh. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk melakukan diskusi dengan masyarakat terkait pemeliharaan sekat kanal.

    Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui program pemberdayaan masyarakat kami mencoba untuk menggali potensi di wilayah Kepenghuluan Mumugo dan Rantau Bais dengan tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem di daerah tersebut. Diawali dengan melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pertengahan bulan Maret 2019 yang bertujuan untuk menggali potensi produk unggulan dan wisata di ekosistem Senepis. Dari hasil FGD potensi yang dimiliki oleh Kepenghuluan Mamugo dan Rantau Bais hampir sebagaian besar pertanian dengan presentase keberhasilan tanaman yang hidup menurut jenis tanaman adalah gaharu 50%, mahoni 60%, sirsak 45% dan nangka 65%. 

    Selain itu tanaman nanas juga memiliki potensi besar untuk dijadikan produk unggulan karena rata-rata masyarakat pada wilayah ini khususnya suku jawa dan medan berkebun nenas. Hasil produk dari tanaman nenas adalah dodol nenas yang diproduksi oleh sebagian besar masyarakat Kepenghuluan Rantau Bais dan produk dapat menjadi peluang dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

    Patroli satwa yang dilaksanakan secara rutin juga masih dilakukan hingga bulan maret 2018. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemasangan kamera trap di hutan konsesi milik PT.RUJ untuk mengetahui aktivitas satwa liar khususnya Harimau Sumatera di kawasan perusahaan. Patroli KARHUTLA juga masih dilakukan untuk memantau dan menganalisa kasus kebakaran lahan serta illegal logging.