-
Pemutaran Film Perdana ‘Asa Gajah Sumatra di Padang Sugihan’ Program Living in Harmony di Oki, Sumatra Selatan28-Dec-2022 09:50Belantara Foundation bersama dengan Rumah Sriksetra dan Forest Wildlife Society mengadakan pemutaran dan diskusi film dokumenter ‘Asa Gajah Sumatra di Padang Sugihan’ yang berlokasi di gedung Fisip UIN Raden Fatah Palembang pada Minggu (25/09/22). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Selain pemutaran film, pada kesempatan kali ini, Belantara juga mengadakan ruang diskusi langsung bersama para narasumber, yaitu Dr. Dolly Priatna Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Syamsuardi Ketua Forest Wildlife Society, Taufik Wijaya Ketua Rumah Sriksetra, dan Dr. Yenrizal Dosen Fisip UIN Raden Fatah Palembang.
Film dokumenter ‘Asa Gajah Sumatra di Padang Sugihan’ merupakan sebuah karya film dibuat oleh Rumah Sriksetra yang menceritakan tentang bagaimana seharusnya manusia mengupayakan kehidupan yang harmonis bersama alam dan satwa liar khususnya gajah sumatra. Film dokumenter ini juga dibuat sebagai bentuk dokumentasi faktual mengenai program mitigasi konfilk manusia-gajah yaitu program ‘Living in Harmony’ yang berlokasi di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Living in Harmony merupakan program mitigasi konfilk manusia-gajah yang diinisiasi oleh Belantara Foundation berkolaborasi dengan Rumah Siksetra, Forest Wildlife Society serta didukung oleh Keidanren Nature Conservation Fund dan APP Sinar Mas. Tujuan dari program ini adalah mempersiapkan masyarakat desa di sekitar habitat gajah untuk memitigasi konflik pertemuan gajah pada area pemukiman dan juga perkebunan mereka. Melalui program ini, kita juga memberikan pendidikan dan peningkatan kesadaran mengenai konservasi gajah kepada generasi muda yaitu para siswa di tujuh sekolah dasar.
“Sejumlah tokoh masyarakat, guru, dan anak-anak dari sejumlah desa di Air Sugihan, yang berbatasan langsung dengan kantong Sugihan-Simpang Heran, ternyata memahami gajah sumatra. Mereka sadar bahwa gajah sumatra harus dilindungi. Mereka rela berbagi ruang hidup dengan gajah sumatra,” kata Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.
Harapan ini tentunya merupakan kabar baik, dan penting untuk dijaga, sehingga gajah sumatra di Sugihan - Simpang Heran terus hidup harmonis dengan manusia yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu upaya selanjutnya adalah memperluas kesadaran tersebut pada masyarakat di Air Sugihan, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi di Sumatra Selatan, sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dan edukasi.
“Kami sangat mendukung berbagai kegiatan terkait persoalan lingkungan hidup, termasuk gajah sumatra yang saat ini hidupnya terus terancam. Selain minat saya pada komunikasi lingkungan, juga FISIP UIN Raden Fatah Palembang berkomitmen terhadap berbagai upaya atau tindakan menyelamatkan lingkungan. Menyelamatkan Bumi,” kata Dr. Yenrizal, Wakil Dekan I Fisip UIN Raden Fatah Palembang.
“Perguruan tinggi memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya menyelamatkan gajah sumatra. Pemutaran dan diskusi film dokumenter tentang keberadaan gajah sumatra di Air Sugihan, di Fisip UIN Raden Fatah Palembang merupakan wujud dukungan yang luar biasa. Sebuah angin segar bagi masa depan gajah sumatra. Kami percaya para peneliti, dosen, mahasiswa dari Fisip UIN Raden Fatah Palembang dapat memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan, tenaga dan waktunya dalam upaya menyelamatkan gajah sumatra yang terus terdesak hidupnya,” kata Syamsuardi dari Forest Wildlife Society.

