• Hadir Pada Conservancy Talk II Klaster Konservasi dan Lingkungan Hidup (KLHK) Belantara Foundation Ikut Berupaya Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup sebagai Gaya Hidup Kekinian
    11-Sep-2019 18:21

    Jakarta (27/08/19) – Belantara Foundation menghadiri petemuan Conservancy Talk II Klaster Konservasi dan Lingkungan Hidup (Klaster KLHK) Filantropi Indonesia yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi bertempat di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi.

    Dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kedelapan anggota member klister KLHK dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan Hidup sebagai Gaya Hidup Kekinian” Conservancy Talk II Klaster KLHK Filantropi Indonesia kali ini  mendiskusikan bagaiamana cara  melestarikan lingkungan hidup sesuai dengan kondisi zaman  yang kekiniaan (milenial). 

    Sebagai pembicara pada acara tersebut, bapak Johnny perwakilan dari Yayasan Tzu Chi dan bapak Andre dari Greeneration Foundation keduanya memaparkan ide dan gagasan serta kebiasaan masing-masing dalam mengolah gaya hidup sehat agar dapat andil dalam ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.

    Pada diskusi ini kami semua bersepakat bahwa pemisahan sampah berdasarkan jenisnya merupakan solusi yang paling tepat dan paling mudah untuk dilakukan oleh individu yang bertanggung jawab.

    Selain diskusi, kegiatan Field Trip ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi juga menjadi salah satu rangkaian pada acara Conservancy Talk II kali ini. Kami diajak untuk mengenal lingkungan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dengan mengunjungi depo sampah daur ulang Tzu Chi dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kerumah percontohan untuk rumah-rumah yang berada di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi. Terakhir kami diajah untuk melihat suasana Rumah Sakit Tzu Chi.

    Ada yang menarik pada acara ini, pada saat kamu diajak untuk makan siang kami tahu kebiasaan yang dilakukan oleh seluruh warga di Yayasan Tzu Chi yaitu masing-masing diwajibkan mencuci piring kotornya sendiri setelah makan siang dan mereka membiasakan untuk selalu memisahkan sampah makanan sesuai dengan jenis sampah tersebut. Sampah itu nantinya akan dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos. Untuk sampah plastik atau bekas minuman kemasan dicuci terlebih dahulu lalu kemudian dikumpulkan dalam satu bak besar.

    Di akhir acara, seluruh anggota klaster mendapat kesempatan untuk mengelilingi gedung Yayasan Tzu Chi, khususnya mengunjungi museum mengenai sejarah dan kegiatan Yayasan Tzu Chi serta taman replikasi tempat tinggal awal Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi yang berasal dari Taiwan.

    Anggota klaster kemudian diarahkan ke toko souvenir yang tersedia dimana baju dan tas yang terbuat dari hasil daur ulang botol plastic dijual, kemudian dipersilahkan untuk pulang.