-
Kuliah Umum: Ketidakseimbangan Dapat Merusak Ekosistem07-May-2019 23:29Apa kalian tahu bagaimana cara maupun langkah yang tepat yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih buruk?
Saat ini isu mengenai lingkungan sangat serinh diperbincangkan. Namun, banyak orang menduga maslah lingkungan terjadi karena factor alam seperti; iklim, curah hujan, kelembapan, tekanan udara, dll. Jika kita sadari yang mempengaruhi iklim dan lingkungan secara signifikan adalah akitivitas manusia itu sendiri, contoh penebangan hutan dimana aktifitas tersebut dapat menyebabkan perubahan suhu dan juga curah hujan yang dapat diartikan dengan semakin banyak kita menebang pohon maka kita kehilangan luasan area hutan.
Pada maret lalu, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan bahwa kandungan karbon dioksida di atmosfer saat ini berada pada level paling tinggi dan akan terus meningkat. WMO memberikan peringatan bagi kita semua mengenai dampak dari perubahan iklim tersebut, salah satunya akan memicu timbulnya banjir besar, kekeringan, kelangkaan hasil pangan, dan juga ramalan kebakan hutan diperkirakan akan terjadi pada tahun 2040 jika tindakan yang tepat tidak segera dilakukan.
Depok (11/04/19) - Forum Harimau Kita, Worldwide Conservation Society (WCS) bersama dengan FMIPA Universitas Indonesia menggelar Public Lecture di Aula Sinarmas Fakultas FMIPA UI. Tidak tanggung – tanggung kegiatan ini menghelat 2 kuliah umum sekaligus dengan tema “Bottleneck to Breaktrough: Urbanization and Future of Biodiversity Conservation” menghadirkan Eric W. Sanderson, Ph. D dan “What to Do with Tiger in Conflict: Returning Tigers to The Wild” oleh Dale Q. Miquelle, Ph. D sebgai pembicara.
Eric W. Sanderson, Ph. D menjadi pembicara pertama pada kuliah umum yang dihadiri oleh berbagai peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun individual. Pada kesempatan ini beliau memberikan pendapatnya mengenai ketidakseimbangan ekosistem, menurut beliau ketidakseimbangan antara keselarasan kehidupan manusia dan alam saat ini menjadi permasalahan penting karena berdampak pada perubahan iklim yang berimbas buruk kepada keseluruhan ekosistem. Selain itu Human Footpfrint juga menjadi salah satu penyebab ketidakseimbangan ekosistem, hal tersebut dikarenakan manusia tidak bisa hidup berdampingan secara langsung dengan satwa liar.
Erick juga memberikan beberapa solusi yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi kerusakan tersebut diantaranya: global population stabilization, end of extreme proverty, dan society decided to improving the environtment, not destroying it merupakan upaya yang akan membawa kita kepada populasi gobal yang stabil dan permasalahan kemiskinan berakhir dengan demikian akan memberikan dampak positif dimana masyarakat akan memutuskan untuk memperbaiki lingkungan mereka.
Pembicara selanjutnya adalah Dale Q. Miquelle, Ph. D seorang peneliti harimau selama kurang lebih 25 tahun. Pada sesi ini beliau menceritakan pengalamannya dalam upaya mengembalikan harimau yang sudah bertahun-tahun hidup dalam penangkaran ke habitat aslinya (reintroduksi), yang pada beberapa tahun sebelumnya diselamatkan (rescue) oleh Pemerintah Rusia.
Dengan menggunakan teknologi GPS Collar dapat memberikan informasi pergerakan dan keberadaan harimau tersebut, sehingga lebih mudah untuk dimonitor kondisinya pasca realease (pelepasan). Hasil monitoring tersebut juga dapat menunjukkan bahwa harimau sudah dapat beradaptasi dengan baik, dimana harimau sudah dapat mencari makan sendiri dan dapat bertahan hidup pada musim dingin.
Walaupun pada pembahasan pada sesi ini tidak secara langsung berkaitan dengan perubahan iklim, namun kita dapat mempelajari langkah manusia dalam mempertanggung jawabkan kerusakan ekosistem yang tanpa kita sadari telah kita rusak selama beberapa dekade terakhir yang menciptakan kerugian pada spesies lain, harimau adalah salah satunya.
Acara ini digelar dengan tujuan meningkatkan awareness akan isu lingkungan yang sedang terjadi saat ini, terutama kerusakan keranekaragaman hayati yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan iklim di bumi. Selain itu seminar ini juga bertujuan untuk mengajak kita bersama-sama untuk memulai gerakan perubahan ke arah yang lebih baik saat ini juga.
Belantara Foundation hadir sebagai salah satu participant pada acara tersebut banyak mengambil pembelajaran dari pengalaman dan penelitian yang sudah dilakukan para pembicara dalam memberikan solusi dalam upaya memperbaiki dari permasalahan ketidakseimbangan ekosistem. Kuliah umum ini juga memberikan motivasi kepada Belantara agar dapat mengimplementasikan ke dalam program kami terutama program proteksi terhadap satwa langka.



