-
Selamat Hari Gajah Sedunia!02-Nov-2020 16:29Tanggal 12 Agustus lalu merupakan perayaan hari gajah sedunia. Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Sri Mariati mengucapkan “Selamat memperingati Hari Gajah Internasional. Mari kita jadikan hari peringatan ini sebagai peringatan bagi kita untuk semakin peduli dan semangat dalam melindungi serta melestarikan gajah terutama spesies gajah, khususnya yang ada di hutan Indonesia”.
Tujuan dibalik peringatan hari gajah sedunia
United Nation atau PBB menetapkan tanggal 12 Agustus sebagai Hari Gajah Sedunia sejak tahun 2012 silam. Hari Gajah Sedunia ditetapkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai status eksistensi hewan mamalia terbesar di daratan ini kepada seluruh dunia karena populasinya semakin hari semakin terancam.
Gerakan kampanye gencar-gencaran baik di media sosial maupun di kehidupan nyata mengenai kelangsungan hidup gajah yang semakin terancam merupakan tujuan utama ditetapkannya hari peringatan ini. Masyarakat seluruh dunia harus tahu bahwa jika kita lengah sedikit saja, mungkin anak cucu kita nanti hanya akan mengenal gajah melalu foto dan dokumentasinya saja.
Mengenal gajah, hewan besar yang sangat perasa
Gajah adalah mamalia terbesar yang berada di daratan. Secara umum gajah digolongkan menjadi 2 yaitu Gajah Afrika (Loxodonta sp.) dan Gajah Asia (Elephas maximus). Indonesia merupakan negara yang beruntung karena diwariskan setidaknya dua subspesies dari gajah asia yakni Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis). Tidak semua negara memiliki warisan berupa subspesies gajah di wilayahnya.
Mamalia berbelalai ini merupakan hewan yang sangat perasa. Hal ini dilihat dari kebiasaan keluarga gajah yang ikut menyambut kedatangan bayi gajah sebagai anggota baru keluarganya. Dalam mengasuh dan menjaga anakpun gajah saling membantu satu sama lain, mereka saling peduli terhadap anggota keluarganya walaupun itu bahkan bukan anak kandungnya sendiri.
Tak jarang gajahpun saling menangisi kematian anggota keluarganya. Gajah-gajah yang ditinggal mati oleh anggota keluarganya saling berpelukan dan berlama-lama menatap anggota keluarganya yang mati. Sebelum pergi meninggalkan gajah yang mati, keluarganya akan menutupi jasad gajah tersebut dengan tanah yang disapu oleh kakinya.
Fakta unik lain mengenai gajah
Berbeda dari satwa kebanyakan, kelompok gajah dipimpin oleh gajah betina. Biasanya pemimpin gajah merupakan betina yang paling tua, bisa kita sebut juga nenek tertua di kelompoknya. Semakin tua usia sang nenek, maka akan semakin banyak ingatannya mengenai pengalaman dan juga rute perjalanan yang akan mereka tempuh.
Gajah merupakan hewan yang sedikit tidur dan banyak makan. Dalam sehari gajah hanya butuh waktu 4 jam untuk tidur dan hampir membutuhkan waktu 16 jam untuk makan. Namun makanan yang direnggut belalainya, lebih banyak ditebarkan ke tempat lain atau ditaburkan ke punggungnya sendiri dari pada dimasukkan ke mulut mereka.
Ibu gajah mengandung anaknya selama hampir 2 tahun (+ 18 bulan). Kehamilan ini merupakan jangka waktu yang sangat lama jika dibandingkan dengan durasi yang dibutuhkan hewan lain untuk mengandung anaknya.

