• Mengenal Salah Satu Program Utama Belantara, Desa Ramah Satwa Liar
    02-Nov-2020 16:33

    Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Keanekaragaman hayati yang sangat beragam (daratan dan perairan) terbentang sangat luas dari Sabang sampai Merauke. Namun, kekayaan flora dan fauna ini selalu dihadapkan dengan ancaman kepunahan suatu spesies. Keberadaan spesies kunci di negara kita dan juga fakta bahwa saat ini eksistensi mereka diambang kepunahan telah menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah sendiri, kalangan akademisi, organisasi non-profit lingkungan dan juga masyarakat luas.

    Menanggapi hal tersebut, Belantara Foundation berupaya untuk ikut andil dan berkontribusi dalam melestarikan spesies langka endemik melalui program Desa Ramah Satwa Liar. Harapannya, dengan adanya program ini masyarakat lokal dapat hidup harmonis dengan satwa liar di lingkungan desa mereka.

    Para Pihak yang Telibat dan Strategi Mitigasi Konflik

    Program Desa Ramah Satwa Liar merupakan program utama Belantara Foundation yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam konservasi satwa liar, dimana manusia dan satwa liar dapat hidup harmonis, serta masyarakat desa secara mandiri dapat memitigasi dan mengatasi konflik satwa liar di wilayah desa mereka.

    Program ini dimulai dengan pembangunan konsensus antara pemangku kepentingan dan masyarakat, kemudian pembentukan dan peningkatan kapasitas kelompok yang diiringi dengan penerapan sistem peringatan dini dan juga patroli satwa sebagai suatu kesatuan yang berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, program ini juga dilengkapi dengan edukasi masyarakat lokal mengenai peningkatan kesadaran akan pentingnya konservasi, khususnya keberadaan satwa liar di alam.

    Peningkatan kapasitas kelompok melalui pelatihan mitigasi konflik satwa liar dalam program ini diutamakan kepada masyarakat yang berkonflik langsung dengan satwa liar. Hal ini bertujuan masyarakat di sekitar habitat gajah dapat memitigasi terjadinya konflik satwa liar di wilayah mereka, sehingga konflik antara gajah dan manusia dapat dihindari.

    Beberapa fasilitas seperti menara pantau juga dibangun untuk mendukung pelaksanaan program ini. Pembentukan tim mitigasi konflik juga dilakukan agar mempermudah dalam merealisasikan tujuan dari tujuan utama program ini, selain itu pembentukan tim juga bertujuan untuk mepererat partisipasi, tanggung jawab dan juga empati dari masing-masing anggotanya.

    Wilayah Program Kerja dan Spesies Kunci yang Dilidunginya

    Program konservasi gajah sumatra telah dilaksanakan sejak tahun 2017 di Provinsi Riau. Dalam mengimplementasikan program ini, Belantara Foundation bekerja sama dengan Konsorsium GSK-BB. Program ini diimplementasikan di 6 (enam) desa sebagai berikut yaitu Desa Melibur, Desa Beringin, Desa Koto Pait Beringin, Desa Tasik Serai Timur, dan Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis

    Program konservasi harimau sumatera juga telah diterapkan sejak 2017 di Provinsi Riau. Dalam melaksanakan program ini, Belantara Foundation bekerja sama dengan Konsorsium Senepis. Program ini dilaksanakan di dalam dan sekitar konsesi PT. Ruas Utama Jaya, PT. Suntara Gajapati, dan PT. Diamond Raya Timber, Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

    Program konservasi orangutan telah dilaksanakan sejak 2017 di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam mengimplementasikan program ini, Belantara Foundation bekerja sama dengan Yayasan Kemitraan (pembiayaan bersama dengan IDH Sustainable Trade Initiative). Program ini telah diimplementasikan di Desa Sekucing Kualan, Desa Labai Hilir, Desa Sekucing Labai dan Desa Kualan Hilir, Kabupaten Ketapang.