• Gerakan Kampanye Bersama: #KurbanAsikTanpaSampahPlastik
    22-Oct-2021 09:13

    Jakarta, 9 Juli 2021 | Momen Hari Raya Iduladha merupakan perayaan berbagi rezeki yang dirayakan oleh umat islam di dunia tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia salah satu tradisi dalam perayaan Iduladha adalah membagi-bagikan daging hewan kurban kepada masyarakat. Umumnya kegiatan pendistribusian daging kurban ini menggunakan plastik sekali pakai sebagai wadahnya. Hal tersebut tentu menyebabkan lonjakan volume sampah plastik di setiap daerah. Penggunaan plastik sebagai wadah pendistribusian daging merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Selain memiliki ketahanan terhadap air dan udara, plastik juga merupakan salah satu wadah alternatif yang memerlukan biaya paling rendah. 

     

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri telah mengeluarkan surat edaran SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha Tanpa Sampah kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Himbauan ini ditujukan kepada setiap kepala daerah agar mengajak warganya dapat menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban.

     

    Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK), Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa dan Belantara Foundation berinisiatif membuat gerakan kampaye perayaan kurban tanpa menggunakan wadah plastic yaitu #KurbanAsikTanpaPlastik. Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk dapat mengganti wadah daging kurban mereka dari plastic ke wadah alternatif lain yang lebih ramah lingkungan seperti: daun pisang, daun jati, besek bambu, dan wadah sendiri dari rumah. Melalui gerakan ini, KFLHK berharap agar volume sampah plastik yang biasanya melonjak pada saat hari raya Iduladha dapat berkurang secara signifikan.

     

    “Gerakan ini merupakan langkah awal dari KFLHK untuk membantu mengurangi sampah plastik yang telah menumpuk di Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 5,4 juta sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia. Volume sampah plastik meningkat pesat saat pandemi karena sebagian besar masyarakat melakukan belanja online yang pengemasannya menggunakan plastik.

     

    Belum lagi limbah medis yang meningkat tajam dibandingkan di masa normal. Kegiatan kurban yang menjadi bagian dari ritual ibadah dan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat seharusnya tidak ikut memperparah persoalan sampah ini.

     

    Karena itu, momen Iduladha dinilai tepat untuk meluncurkan gerakan pengurangan sampah plastik. “Masyarakat dapat memanfaatkan besek bambu, daun pisang/jati, plastik gelatin/singkong, dan wadah makanan”, ujar Hamid Abidin, Direktur Filantropi Indonesia.

     

    Hal senada juga diungkapkan Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa. “Semangat keber-agama-an di dalam perayaan Iduladha sejatinya selaras? dengan semangat pelestarian lingkungan. Namun, kami melihat kebanyakan masyarakat Indonesia belum menyadari bahayanya sampah plastik bagi lingkungannya sendiri.

     

    Gerakan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ diluncurkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik yang tidak dapat didaur ulang, terutama di momen Iduladha. Dengan masyarakat didorong untuk mengganti wadah daging kurban yang ramah lingkungan, secara langsung kami juga berharap ada upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian wilayahnya tersebut”, pungkas Arif.

     

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation sekaligus sebagai koordinator Klaster Lingkungan FI, Sri Mariati juga menambahkan bahwa #KurbanAsikTanpaSampahPlastik ini merupakan kesempatan untuk mengajak masyarakat dari segala lapisan untuk terbiasa menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan. Selain itu gerakan kampanye bersama dari berbagai pihak dapat menjadi upaya sinergis untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan konservasi lainnya.

     

    Kampanye ini telah dilakukan dalam kurang lebih selama satu bulan. Kegiatannya berupa webinar, instagram live dan materi edukasi kepada masyarakat. Kompetisi video #KurbanAsikTanpaSampahPlastik juga akan diadakan sebagai puncak acara di akhir bulan Juli.