-
Konsorsium Kerumutan (Rupari, Jejak Laksemana, Green Indonesia & Faperi Universitas Riau)16-Aug-2019 20:06Pengelolaan Ekosistem Kerumutan Secara Berkelanjutan Melalui Pemulihan Dan Perlindungan Lahan Gambut, Mangrove, dan Peningkatan Ekonomi Berbasis Masyarakat
Pelaksanaan Program Pengelolaan Ekosistem Kerumutan secara Berkelanjutan melalui Pemulihan dan Perlindungan Lahan Gambut, Mangrove, dan Peningkatan Ekonomi Berbasis Masyarakat, Konsorsium Kerumutan pada periode Bulan Januari sampai Maret 2019 telah melaksanakan beberapa kegiatan.
Pada kegiatan yang mendukung Perhutanan Sosial, Kegiatan yang dilakukan dengan membentuk kelompok pengelola kawasan mangrove di 3 desa (Desa Igal, Desa Bolak Raya dan Desa Pulau Cawan). Dari rangkaian kegiatan ini, telah tersusun draft rencana kelola kawasan mangrove di 3 desa yang mendapatkan dukungan dari pemerintah desa dan dinas terkait.
Pada program Peningkatan Ekonomi Berbasis Masyarakat, kami melakukan dukungan terhadap budidaya kepiting di 2 desa (Desa Kuala Gaung dan Desa Terusan Kempas). Dengan memfasilitasi masyarakat/nelayan berupa rakit, keranjang, dan sampan, agar menunjang budidaya kepiting yang dikembangakan untuk meningkatkan produksi mereka.
Kegiatan restorasi sudah berjalan diawali dengan penentuan lokasi tanam, pelatihan pembibitan, penyiapan dan pengembangan bibit tanaman hutan lokal dengan jenis tanaman pinang senyak 60.000 batang dilakukan oleh kelompok perempuan di Desa Kuala Gaung dan Desa Terusan Kempas.
Berdasarkan hasil pendampingan di lapangan, pembersihan lahan 100% sudah dilakukan seluas 20 ha dan hingga akhir maret 2019 telah tertanam 10.000 bibit pinang di Desa Kuala Gaung dan Terusan Kempas.








