-
Inspirasi Kawan Belantara: Siti Khumaira, Tanam Mangrove untuk Penahan Abrasi dan Kesejahteraan Masyarakat28-Dec-2022 09:11Desa Api-api berada di daerah pesisir, tepatnya terletak di Selat Bengkalis yang berhadapan langsung dengan gelombang pasang surut air laut. Pada sebagian area, terdapat kawasan yang tidak ditumbuhi oleh mangrove sehingga kawasan tersebut menjadi cukup rentan dengan resiko terjadinya abrasi. Mengetahui hal tersebut, Siti Khumaira dan Tim Kukerta balek kampung Universitas Riau Tahun 2021 menginisiasi program penanaman 100 mangrove di Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tujuan penanaman mangrove ini adalah untuk meminimalisasi terjadinya abrasi di kawasan tersebut, sekaligus membangun kembali habitat yang baik bagi biota laut seperti ikan dan dapat berkembang biak. Harapannya, habitat tersebut dapat memperbaiki populasi ikan di sekitarnya sehingga mampu membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan untuk menunjang pendapatan ekonomi mereka.
Penanaman mangrove dilakukan bersama masyarakat di Dusun Kelapa ujung jalan Nelayan, Desa Api-Api di lahan milik pemerintah desa seluas 300 x 30 m² pada Jumat (13/08/2021). Jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizopora sp. Pada kegiatan ini, turut hadir ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW 001, RT/RW 002, pemuda desa dan beberapa perwakilan dari kantor desa.
Selain melakukan penanaman bibit mangrove hasil beli, Umai panggilan akrab Siti Khumaira bersama tim juga melakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 60 bibit yang telah dikumpulkan di pesisir pantai api-api pada hari sebelumnya. Bibit mangrove yang jatuh dari pohonnya tidak dapat langsung hidup karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu bibit mangrove terjatuh di waktu pasang pada daerah berpasir dan bibit mangrove terjatuh dan tertancap di lumpur namun tersapu gelombang sehingga hanyut. Dengan keadaan seperti itu, maka perlu bantuan manusia untuk mengumpulkan bibit mangrove tersebut dan merawatnya sampai cukup umur untuk kembali ditanam di pesisir pantai. Tidak hanya ditanam, masyarakat juga melakukan monitoring pasca penanaman. Selain itu, masyarakat juga mengolah buah pidada yang merupakan buah dari pohon mangrove untuk menjadi sirup dan berbagai macam olahan lainnya.
Sejak Januari 2022, Umai dan dua mahasiswa lainnya sedang melaksanakan program magang Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) di Belantara Foundation hingga Agustus 2022. Program magang ini merupakan bentuk kerjasama yang dilaksanakan oleh Universitas Riau dan Belantara Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan pengetahuan mahasiswa tentang proteksi, restorasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan para mahasiswa dapat mengembangkan kapasitasnya dalam melakukan penelitian tentang biodiversitas, ekosistem gambut dan juga pemberdayaan masyarakat. Selain itu, melalui praktik magang ini, seluruh teori yang didapat mahasiswa selama di kelas dapat dipraktekkan di lapangan. Mereka juga dapat mengobservasi dan menganalisis masalah secara langsung sehingga dapat memberikan masukan dan mencari solusi untuk manajemen di daerah gambut tersebut.
#KawanBelantara Umai mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk bergerak bersama mewujudkan lanskap lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Yuk bersama-sama kita lestarikan hutan di Indonesia!

