-
Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar, Belantara Bekerja Bersama Masyarakat06-Mar-2020 04:32Konflik antara manusia dan satwa kini telah menjadi permasalahan yang tidak bisa terhindari. Konflik ini bukan hanya menjadi tantangan utama pelestarian banyak species, tetapi juga mengancam hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Konflik manusia dan satwa sering kali terjadi akibat peralihan habitat satwa menjadi kebun dan pemukiman. Beralihnya fungsi hutan menjadikan area jelajah satwa liar semakin berkurang. Ditambah lagi, eksploitasi satwa liar pada habitat satwa mengurangi ketersediaan pakan bagi mamalia besar seperti harimau. Habitat satwa liar yang semakin sempit dan berkurangnya pakan alami, membuat satwa liar menjelajah kawasan di luar kawasan konservasi untuk mencari sumber makanan.
Hal tersebut menjadi beberapa penyebab konflik manusia dan satwa liar terus terjadi. Banyak masyarakat yang menjadi korbam jiwa akibat konflik ini dan untuk menghindarinya masyarakat sengaja menjerat satwa agar perkebunan atau wilayahnya tetap terlindungi. Oleh karena itu, satwa-satwa liar yang seharusnya terlindungi semakin terancam punah.
Melihat hal tersebut, Belantara Foundation mendukung aktif pemerintah dalam upaya pencegahan mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar khususnya gajah dan harimau sumatra di wilayah hibah Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB) dan Senepis provinsi Riau. Program ini disebut Desa Ramah Satwa. Dengan dukungan dari para pemangku kepentingan, kami berusaha untuk mencari solusi bersama untuk tindakan penanganan konflik ini.
Menggandeng mitra-mitra lokal, kami menjalankan program konservasi melalui kegiatan proteksi dimana keterlibatan masyarakat menjadi yang paling penting dalam program ini. Belantara meyakini masyarakatlah yang nantinya akan terus menjalankan kegiatan ini. Belantara menginisiasi pembentukan konsensus bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung Program Desa Ramah Satwa.
Belantara juga membentuk kelompok patroli dimana masyarakat terlibat langsung untuk melakukan penanganan dan pengamatan terhadap keberadaan satwa liar. Selain itu, kami melaksanakan pelatihan mitigasi konflik, dengan mengajarkan masyarakat bagaimana melakukan penanggulangan konflik satwa liar dengan cara-cara yang tidak menyakiti mereka. Kelompok patroli diajarkan bagaimana cara membuat barrier dan didukung dengan pelatihan SMART-Patrol yaitu suatu aplikasi untuk membantu kawasan perlindungan konservasi.
Kami berharap dengan adanya program ini ke depannya masyarakat mampu mensiasati serta mencegah konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi secara mandiri agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan satwa liar.

