• #KawanBelantara in-Profile Maret 2022: Riska Triafani
    07-Jun-2022 08:35

    #KawanBelantara merupakan komunitas lingkungan yang diinisiasi oleh Belantara Foundation. Anggotanya merupakan para antusias lingkungan dari kalangan muda yang memiliki misi terhadap pelestarian lingkungan, konservasi hutan, dan juga pencegahan dampak perubahan iklim. Setiap bulannya kita akan mengangkat satu profil #KawanBelantara untuk menceritakan kisah mereka dalam perjuangannya membuat bumi menjadi lebih baik.

     

    #KawanBelantara in-Profile pada bulan Maret ini adalah Riska Triafani! Riska Triafani merupakan mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau. Saat ini Riska sedang melaksanakan praktik magang selama 6 bulan periode Maret-Agustus 2022 bersama Belantara Foundation. 

     

    Riska bersama dengan civitas Universitas Riau telah menginisiasi program pembuatan kokedama dari sabut kelapa yang diselenggarakan di SD Negeri 1 Bandar Laksamana, Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana,  Kabupaten Bengkalis, Riau pada Juli 2021 tahun lalu. Program ini merupakan bentuk kerja sama untuk pengembangan program Sekolah Adiwiyata dan dihadiri oleh Kepala SD Negeri 1 Bandar Laksamana, seluruh dewan guru beserta 20 orang siswa sebagai peserta.

     

    Desa Api-Api secara geografis letaknya berada di daerah pesisir pantai, terdapat banyak pohon kelapa tumbuh di kawasan ini. Walaupun jumlahnya melimpah, sayangnya seluruh komponen dari pohon kelapa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Salah satu di antaranya yaitu bagian sabut kelapa yang tersebar berserakan di tanah begitu saja. Melihat fenomena ini ini Riska dan teman-temannya tergerak untuk menginisiasi program “Sulap Sabut Kelapa Menjadi Kokedama“. Mereka mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan sabut kelapa dan menyulapnya menjadi kokedama, yaitu media tanam alternatif yang tidak membutuhkan pot/polibag lagi. 

     

    Kokedama sendiri berasal dari kata “koke” yang berarti lumut dan “dama” yang berarti bola. Kokedama merupakan teknik menanam tanpa pot yang berasal dari Jepang. Teknik menanam yang digunakan adalah dengan menempatkan tanaman dalam bola tanah yang dibungkus oleh lumut dan diikat dengan tali. Riska berinovasi  untuk membuat kokedamanya sendiri menggunakan sabut kelapa sebagai pengganti lumut. Salah satu keunggulan kokedama ini adalah sifatnya yang  lebih ramah lingkungan. Kokedama tidak membutuhkan pot ataupun plastik polybag lagi untuk sebagai wadah untuk menampung media tanamnya. Kebanyakan pot yang digunakan berasal dari plastik sekali pakai yang sulit terurai sehingga jika terbuang ke ekosistem akan berdampak bagi kelestarian biota.

     

    “Riska berharap, melalui program ini dapat meningkatkan kreativitas masyarakat setempat dalam pengolahan sampah organik di Desa Api-Api dan memberikan inspirasi sehingga program ini dapat direplikasi di daerah lain”, ujar Riska.