• Upaya Penyelamatan Habitat Harimau Sumatera Melalui Program Patroli Mitigasi Dan Partisipasi Stakeholder
    23-Feb-2020 21:54

    Proyek Sedang Berlangsung
    Mitra: Yayasan Rimba Satwa
    Periode: Agustus 2019 - Januari 2020

    Sampai dengan saat ini konflik antara manusia dengan harimau sumatera semakin mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh habitat harimau Sumatra, hutan-hutan di wilayah sumatera khususnya Riau, banyak yang telah dialihfungsikan akibat aktivitas manusia seperti pembukaan lahan area kelapa sawit, perburuan ilegal, pertambangan ilegal, dan pembangunan infrastruktur. 

    Akibatnya, harimau kehilangan banyak area jelajah mereka. Seperti yang kita ketahui, harimau merupakan satwa penjelajah dan area jelajah area harimau cukup luas. Oleh sebab itu, area jelajah harimau bersinggungan dengan wilayah pemukiman dan perkebunan masyarakat yang rentan menimbulkan konflik harimau dan manusia.
    Perburuan secara liar untuk perdagangan ilegal juga menjadi momok yang tidak dapat kita hindari. Dengan menggunakan jerat, manusia secara paksa mengambil harimau  untuk kepentingan mereka dengan mengesampingkan akibat yang ditimbulkan setelahnya. Oleh karena itu, populasi harimau dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
    Yayasan Belantara berinisiatif melakukan upaya penyelamatan dan perlindungan habitat satwa liar harimau sumatera bersama mitra lokal Yayasan Rimba Satwa dengan melakukan patroli mitigasi di sejumlah wilayah area hibah Senepis.

    Sampai dengan Januari 2020, seluas kurang lebih 5.925 Ha area telah terpatroli dan dijumpai lebih dari 10 tanda keberadaan harimau melalui jejak kaki berukuran kurang lebih 12 cm, cakaran, dan kotoran. Tim patroli juga menemukan beberapa ancaman, pada area tersebut ditemui lima tanda ancaman harimau seperti jerat dan lahan terbakar serta dijumpai sebanyak 27 tanda keberadaan keberadaan flora dan fauna seperti babi hutan, monyet, beruang madu, dan sebagainya.

    Patroli yang telah dilakukan sebanyak 12 hari sampai dengan bulan Desember 2019 di area PT. Ruas Utama Jaya (PT. RUJ) dan di empat desa (Desa Jumrah, Pematang Sikek, Teluk Pulau Hulu, dan Teluk pulau hilir) telah menempuh jalur sejauh 1,192.2 km dan telah melalui 168 titik temuan. Patroli ini dilakukan oleh tim patroli dari kelompok masyarakat yang telah dibentuk serta didampingi oleh tim dari Yayasan Rimba Satwa.

    Selain kegiatan patrol, kami juga melakukan kegiatan edukasi yaitu conservation goes to school dan telah dilaksanakan sebanyak lima kali dalam kurun waktu 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di enam sekolah di Desa Basilam Baru dan Jumrah di antaranya;

    • Sekolah Dasar Negeri 012 Basliam Baru dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 26 murid dan empat orang guru; 
    • Sekolah Dasar Negeri 002 Basilam Baru, melibatkan 30 murid dan empat orang guru yang terlibat;  
    • Sekolah Dasar Negeri 012 Jumrah dengan melibatkan 46 murid dan empat orang guru;
    • Sekolah Dasar Negeri 002 Jumrah, dengan jumlah participant sebanyak 30 murid dan 4 orang guru yang teribat;
    • Sekolah Dasar 003 rimba Melintang dengan melibatkan 30 murid; dan 
    • MI Hubbul Wathan Rimba Melintang melibatkan 37 murid.

    Tujuan dari kegiatan edukasi ini adalah untuk memberikan pembelajaran dan pengetahuan yang lebih para pelajar sekolah dasar dalam mengenal alam dan lingkungan serta meningkatan kesadaran mereka terhadap lingkungan. Kegiatan yang dilakukan dengan mengambil metode belajar sambil bermain ini, para pelajar di enam sekolah diajak untuk bermain games, kuis tentang alam dan ice breaking agar para pelajar dapat menerima materi dengan baik, sehingga mampu mengisi lembar evaluasi dengan nilai yang signifikan.

    Bekerjasama dengan para pemangku kepentingan, kedepannya kami akan terus melakukan kegiatan perlindungan harimau sumatera sebagai salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah agar populasi mereka dapat terjaga dan habitat atau area jelajah mereka dapat terlindungi sehingga harimau tidak secara terus menerus mengalami konflik dengan manusia.