• Konsorsium Betabuh Tigapuluh (Pasa, Sialang & Pijar Melayu) - Laporan Progres
    16-Aug-2019 15:55

    Peran Serta Masyarakat Dalam Perlindungan dan Restorasi Bentang Alam Bukit Tigapuluh dan Pengelolaan Kolaboratif Zona Pemanfaatan Tradisional di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau

    Upaya rehabilitasi lahan dengan pola agroforestri atau tanaman bernilai ekonomis merupakan salah satu upaya menjaga keselarasan antara nilai lingkungan dan nilai ekonomi. Seperti halnya tanaman pinang yang akan ditanam di Desa Seberang Cengar, Desa Usul dan Desa Talang Lakat. Bibit pinang (Areca Catechu)  yang disediakan pada saat ini (Januari-Maret 2019) lebih dari 9.000 bibit. Bibit pinang yang ditanaman diharapkan mampu  memberikan multi manfaat, selain membantu melindungi lingkungan dengan mencegah erosi tanah dan mengurangi ketergantungan pada hutan,  penanaman ini juga diharapkan memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat dari manfaat buah pinang yang dihasilkan.

    Dalam kegiatan Restorasi yang kami lakukan pada periode bulan Januari – Maret 2019 yaitu dengan mempersiapkan bibit tanaman kehutanan bernilai ekonomis dengan target 7,500 bibit per desa. Saat ini total bibit yang telah tersedia di 3 (tiga) desa sebanyak 9,499 bibit dengan jenis pinang (Areca Catechu); Desa Seberang Cengar 3,380 bibit; Desa Usul 2,600 bibit; Desa Talang Langkat 3,519 bibit.

    Selain itu, upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui upaya peningkatan pengetahuan tentang lingkungan hidup ditingkat rumah tangga juga dilakukan. Melalui penyuluhan berkala, pengenalan bagaimana pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dikuti lebih kurang 30 peserta di Desa Rantau Langsat telah dilakukan.

    Pada kegiatan tersebut, masyarakat diajarkan untuk dapat secara mandiri memanfaatkan libah rumah tanggal menjadi pupuk organik. Sehingga pupuk yang dihasilkan bermanfaat untuk pertanian dan pemeliharaan tanaman yang bersumber dari pemanfaatan limbah rumah tangga sendiri.  

    Selain itu, pendidikan juga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Pendidikan bagi anak-anak di desa yang bersuku Talang Mamak ini, dikuti lebih kurang 20 anak peserta didik. Dimulai pada akhir tahun 2018, anak-anak di Dusun Tualang telah diajarkan untuk mengenal dan berlajar membaca, menulis serta berhitung. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang lingkungan, mengenal cuaca dan pengaruhnya bagi mereka salah satunya.